^ Ke Atas
 
 

BERITA FOTO

2013-04-23 : Kunjungan (Tamu Luar Negeri)

Kunjungan Dubes Jepang ke-1

2013-04-23 : Kunjungan (TNI & POLRI)

Kunjungan Panglima TNI Periode 98-99

2013-04-23 : Kunjungan (Birokrat dan Politisi)

Kunjungan Wakil Ketua MPR RI 09-14

2013-04-23 : Kunjungan (Musisi dan Budayawan)

Kunjungan Jamrud ke-1

Anda berada di: Depan > Ulama Besar Dari Ponpes Darussalam Ciamis
Ulama Besar Dari Ponpes Darussalam Ciamis
Diposting pada: 2013-04-01 08:08:49 | Hits : 3958 | Kategori: Internal
 

http://www.darussalamciamis.or.id/assets/uploaded/20R.jpgK.H. Irfan Hielmy lahir di Ciamis, 25 Desember 1933 dan dikenal sebagai kiai moderat yang teguh memegang prinsip dan selalu menekankan kepada para santrinya untuk menuntut ilmu kapan saja, dimana saja dan dari siapa saja agar memiliki wawasan yang luas. Sesepuh Kabupaten Ciamis yang juga pengasuh Ponpes Darussalam Desa Dewasari Kecamatan Cijeungjing Kabupaten Ciamis ini wafat 18 Mei 2010 pada usia 79 tahun.

Tidak sebagaimana lazimnya pengasuh Pondok Pesantren umumnya, almarhum K.H. Irfan Hielmy tidak pernah belajar di banyak pesantren, tetapi lebih banyak otodidak murni, disamping bekal dari ayahnya, Kiai Ahmad Fadlil, pendiri sekaligus pengasuh Pondok Pesantren Cidewa semasa masih hidup. Setiap hari, selalu memacu diri dengan membaca dan paling sedikit menghabiskan 50 sampai 100 halaman.

Imam al-Ghazali adalah salah satu ulama yang dikagumi oleh K.H. Irfan Hielmy. Kiai yang mempunyai spesialisasi Ilmu Nahwu-Balaghah-Manthiq ini mengasuh ribuan santri yang datang dari berbagai daerah di Nusantara ini. Khittahnya adalah untuk menjadikan para santrinya sebagai Muslim yang moderat, Mukmin yang demokrat dan Muhsin yang diplomat.

 

 

 

Posting Lainnya:

« Kembali

MUTIARA HADIST
Para Dukun Mendapat Informasi Dari Jin :
"Telah Mengabarkan Kepada Kami Ali Bin Abdillah Dari Hisyam Bin Yusuf Dari Ma'mar Dari Az-Zuhri Dari Urwah Bin Zubeir Dari Aisyah R.a. Berkata, "Orang-orang Bertanya Kepada Rasulullah SAW Tentang Para Dukun," Beliau Bersabda, "Tidak Ada Apa-apanya." Para Sahabat Bertanya, "Wahai Rasulullah, Mereka Kadang-kadang Bisa Menceritakan Sesuatu Yang Benar Kepada Kami. Maka Rasulullah SAW Bersabda, "Kalimat Tersebut Berasal Dari Kebenaran Yang Dicuri Oleh Jin, Kemudian Dibisikkan Ke Telinga Para Walinya (dukun). Maka Para Dukun Tersebut Mencampurkan Kalimat Yang Benar Tersebut Dengan Seratus Kedustaan."

 

 

Powered by: GaluhCMS | Hosted by: GaluhWeb